This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 14 Mei 2014

RENUNGAN UMMAT ISLAM

Salahuddin Al-Ayyubi atau yang juga sering disebut sebagai Sultan Saladin, adalah pahlawan Islam ketika terjadi perang salib. Pada suatu ketika dia berkata:

" Bagaimana aku ingin tertawa sedangkan masjid Al-Aqsha masih dibawah jajahan musuh? "

kata Sallahuddin al-Ayubbi ketika ditanya mengapa ia selalu serius dan tidak pernah tertawa ..

Salahuddin adalah dari keturunan Kurdi. Bukan orang Arab, bukan berkebangsaan Palestina .. tapi .. mengapa salahuddin menghabiskan sepanjang hidupnya Betapa hebatnya salahuddin ketika berhasil menyatukan umat islam yang terpecah belah, segala persoalan paham, mazhab, ras, dan keturunan semuanya ditinggalkan untuk bersatu di bawah panji Islam yang dipimpin Salahuddin. Bahkan .. Salahuddin berhasil menyatukan paham yang sering berselisih yaitu Syiah dan Ahli Sunnah waljamaah untuk berjuang atas nama Islam ..

Hebat benar engkau Salahuddin ....

Suatu ketika dulu ia pernah meminta air minum, tetapi entah apa sebabnya air itu tidak diberikan kepadanya. Beliau meminta sampai lima kali lalu berkata, "Aku hampir mati kehausan". ia kemudian meminum air yang dibawakan kepadanya tanpa menunjukkan kemarahan ..

Betapa sabarnya  kau Salahuddin ..

Dalam kesungguhan, semangat dan ketahanan rasanya tidak ada yang bisa menandingi Salahuddin.

Kadang-kadang ia sendiri pergi ke tempat perkemahan tentara musuh bersama pengawalnya paling tidak sekali bahkan dua kali sehari. Ketika berperang ia sendiri akan pergi menerjang celah-celah tentara musuh yang sedang maju. beliau selalu mengadakan pemeriksaan pada setiap tentaranya dan memberikan arahan kepada panglima-panglima tentaranya.

Suatu Malam .. Richard the Lion Raja Inggris, musuh salahuddin sedang sakit didalam tenda tentara Kristen ..

Tiba-tiba ada satu sosok manusia datang kepada Richard the Lion untuk mengobati penyakitnya .. siapa sangka manusia itu musuh Richard sendiri .. Solahuddin Al-Ayubi .. Dia sanggup menyamar dan membuang perasaan benci untuk merawat musuhnya sendiri. Subhanallah ..

Pernah diceritakan, Salahuddin Al-ayubi pernah berhadapan dengan Richard the lion untuk menunjukkan kehebatan dan keahlian masing-masing. Richard the lion yang berbadan besar mengambil pedang dari sarungnya dan dengan penuh tenaga menghunus kearah sebuah batu besar .. batu itu terbelah ..

Ketika tiba giliran Salahuddin .. Salahuddin lantas melemparkan sehelai kain sutra kelangit dan mengulurkan pedangnya,. Kain sutra dengan perlahan jatuh dan hinggap dimata pedang .. Kain itu terpotong dua karena tajamnya mata pedang Salahuddin.

Dalam medan peperangan beliau bagaikan seorang ibu yang garang kehilangan anak tunggal akibat dibunuh oleh tangan-tangan jahat.
 untuk membebaskan Palestina dan Al-Aqsha?Dia akan bergerak dari satu ujung medan peperangan ke ujung yang lain untuk
mengingatkan pasukannya agar benar-benar berjihad di jalan Allah semata-mata.
Dia juga akan pergi ke seluruh pelosok tanah air dengan mata yang berlinang
mengajak manusia supaya bangkit membela Islam.

Ketika mengepung Acre dia hanya minum tanpa mau makan, itupun setelah dipaksa oleh dokter pribadinya. Dokter itu mengatakan bahwa Salahuddin hanya makan beberapa suap makanan semenjak hari Jumat sampai Senin  kerena beliau tidak ingin perhatiannya kepada peperangan terganggu ..

Semangan Tentara Islam teramat dahsyat memaksa tentara Kristen menyerah. tidak ada lagi pertempuran terjadi

Panglima tentara kristen berkuda menuju kearah Salahudin Al-Ayubbi didepan Yerusalem ..

"Apakah kamu orang islam akan memperlakukan kami seperti kami memperlakukan keatas orang-orang kamu sebelumnya?" Kata Panglima Militer Kristen

Selama Kristen merebut Yerusalem dahulu, jalan-jalan di Jerusalem 'tersumbat' dengan mayat-mayat, orang-orang Islam yang tidak bersenjata disiksa, dibakar dan dipanah dari jarak dekat di atas atap dan menara rumah-rumah ibadah. Darah merah mewarnai bumi Palestina akibat pembunuhan orang Islam secara massal.

"Kami orang Islam tidak seperti kamu" Jawab Salahuddin Al-Ayubi.

Jawaban ini telah menyebabkan banyak orang Kristen memeluk Islam karena keindahan akhlak yang ditampilkan Salahuddin Al-ayubbi ..

Salahuddin tidak membalas tindakan mereka membunuh orang Islam yang tidak bersalah saat orang Kristen merebut Yerusalem. Sesuai dengan tuntutan Islam, Orang sipil tidak dapat dibunuh dalam peperangan ..

Hari itu, Langit begitu cerah. Teriakan "Allahhu Akbar" dan "Tiada tuhan melainkan
Allah "telah memenuhi langit .. Para tentara tersenyum girang ..

Pada Jumat, 27 Rajab 583H bersamaan dengan tanggal peristiwa isra’  mikraj Rasulullah SAW.
Yerusalem diambil alih tentara Mukmin.
Banyak orang yang terdiri dari ulama, pembesar-pembesar, pedagang dan orang-orang biasa datang merayakan kemenangan ini setelah menunggu hampir 90 tahun saat shalat Jumat digelar kembali di Baitul Muqaddis. ALLAHUAKBAR!
Salib yang terpampang di 'Dome of Rock' telah diturunkan.
Betapa hebatnya hari itu hanya Allah yang tahu ..
Sebuah kemenangan bagi seluruh Umat Islam

27 Safar, 589H

Malam itu telah nampak tanda-tanda berakhirnya kehidupan Salahuddin

Syeikh Abu Ja'afar, seorang yang wara' telah diberi kepercayaan untuk duduk disebelah Salahuddin ketika ia Nazak.

Salahuddin  antara pingsan dan sadar.

Lalu Syeikh Abu Jaafar membacakan

"Dialah Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia, Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata"
(Al-Hasyr: 22)

Segera setelah Syeikh Abu Jaafar membacakan ayat tersebut, Salahuddin terus membuka matanya sambil tersenyum dengan muka yang berseri dan perasaan yang gembira dia berkata:

"Memang Benar"

Setelah mengucapkan kata-kata itu, Rohnya pun kembali kerahmatullah.

Salahuddin tidak meninggalkan harta kecuali satu dinar dan 47 dirham ketika beliau wafat. Tidak ada rumah-rumah, barang-barang, tanah, kebun dan properti-properti lain yang ditinggalkannya. Bahkan harta yang ditinggalkannya tidak cukup untuk biaya pemakamannya. Keluarganya terpaksa meminjam uang untuk menanggung biaya pemakaman. Bahkan kain kafan pun diberikan oleh seorang menterinya.

Empat puluh tahun kemudian, Lord Olenby yang memimpin tentara Salibiah berhasil memasuki kembali kotaYerusalem, dia pergi ke kuburan Salahuddin dan menginjakkan kakinya ke atas kuburan Salahuddin sambil berkata:

"Sekarang aku datang kembali ke sini."

Alangkah penakutnya Si Olenby .. Celakalah si penakut ini karena hanya berani berhadapan dengan Salahuddin yang telah mati ..Tidak cukup dengan itu,

1917
Setelah Perdana Menteri Inggris mengumumkan berakhirnya perang salib,
Jenderal Perancis, Goro telah datang kekubur Salahuddin Al-Ayubi dan menendang kubur pembela Islam ini sambil berkata

"Bangunlah Salahuddin, Kami sudah sampai disini!"

Alangkah bencinya mereka terhadap Pahlawna umat Islam ini .. Maha Suci Allah, telah mengaruniakan seorang manusia yang hebat dalam membantu menegakkan umat Islam

Layakkah kita dibandingkan dengan Salahuddin Al-Ayubi? Kisahkan sejarah ini kepada anak-anak kita, agar semangat membela Islam tumbuh di dada mereka. Kenalkan mereka dengan pahlawan-pahlawan Islam, bukan pada pahlawan fiktif yang sering mereka lihat di TV.


Semoga Allah mengirimkan lagi lebih banyak Salahuddin di bumi ini…

ALLAHU AKBAR!! ULAMA SYIAH TAUBAT DAN KEMBALI ISLAM SUNNI


Semalam, jam 9 Waktu Mekkah ِِِAl-Mukarramah, Penganut agama syiah imamiyah itsna ‘asyariyah / ja’fariyah Timur Tenagh, digemparkan oleh TV Wesal Arab Saudi yang menyajikan salah satu acara “terpanas” yang pasti membuat kuping kaum syiah dan para ulama mereka memerah.

Pasalnya, tamu dalam acara tersebut adalah salah seorang mantan ayatollah syiah, ulama hadis, fiqh dan ushul agama syiah sekaligus sebagai marja’ (ulama rujukan tertinggi) dalam komunitas syiah, yang kini berwajah sebagai seorang ulama sunni yang sangat handal. Semalam ia muncul untuk pertama kalinya secara resmi sebagai seorang ulama sunni ,setelah sebelumnya ia kerap muncul sebagai ulama syiah yang berserban hitam ala syiah.

Ini merupakan taqdir yang sangat luar biasa, sebab seorang marja’ dalam agama syiah adalah ulama tertinggi ,semua fatwa dan ucapannya diamalkan laksana wahyu ,dan tak perlu ditanya tentang dalil dari semua fatwanya. Derajat Marja’ ini, lebih tinggi dari derajat keulamaan lainnya dalam agama syiah, hatta derajat ulama mujtahid muthlaq ataupun presiden.

Biasanya kalau sudah menjadi marja’ ; uang jutaan dolar dari hasil “khumus” (baca ; uang haram) akan memenuhi rekening banknya di Swiss ,Jerman, Prancis atau Negara Eropa lainnya. Sebab semua uang khumus-nya kaum syiah, penempatannya diatur oleh seorang marja’ sekehendaknya.

Dengan segala kekayaan dan tingginya derajat keulamaan ini, ternyata mantan marja’ syiah ini ; Syaikh Al’Allaamah Abu ‘Ali Husain Al-Muayyid hafidzhahullah, meninggalkan pangkat tersebut dan lebih memilih untuk menyelamatkan keyakinannya. Baginya pangkat, harta dan kedudukan tinggi tidak berarti jika aqidah dan keyakinannya tidak memiliki dasar dan pondasi yang benar dan abash. Inilah sebabnya, ia “melarikan diri” dari semua harta dan pangkat dunia demi meraih cahaya iman dalam bingkai mazhab ahli sunnah waljama’ah.

Tidak tanggung-tanggung, ia rela meninggalkan semua kerabatnya, orangtuanya yang merupakan salah satu pemuka syiah dari keturunan marga Al-Kaadzhimiyah (marga tertinggi syiah) ia tinggalkan, demikian juga semua anaknya, dan istrinya ,ia tinggalkan sebab mereka semua tidak menyetujui berpindahnya beliau ke mazhab sunni.

Ibu beliau ; anak salah satu marja’ syiah ; ayatullah sayid hasan shadar.Sedangkan istrinya ; saudari dari dai syiah populer ,Ammaar Al-Hakim.

Ketika istrinya mengetahui ia telah masuk dalam mazhab sunni, ia meminta cerai dan berkata pada beliau ; “Saya tidak akan pernah rela hidup menjadi istri seorang suami yang mendoakan keridhaan terhadap Aisyah”,
Mendengar itu, iapun menjawab ; “Demikian juga aku, tidak mungkin bisa hidup dengan seorang istri yang selalu saja mencaci maki ibundaku, Aisyah radhiyallaahu’anha”.

Karena khawatir ditangkap atau dibunuh oleh otoritas dan rezim Iraq dan Iran, beliaupun melarikan diri ke Yordania, lalu pindah ke Libanon, dan sekarang telah hidup di Jeddah, Arab Saudi. Ia mendapatkan suaka dan keamanan di Arab Saudi, dan sekarang beliau menjadi salah satu ulama yang ditugaskan di Rabithah Al-’Aalam Al-islamiy di Jeddah.

Semalam, di Wesal TV beliau mengisahkan perjalanan hidupnya, dari kecil, sewaktu menuntut ilmu di Hawzah Nejf, dan Qum, hingga menjadi ulama rujukan (marja’) syiah di Iran dan Iraq secara khusus, dan di dunia secara umum.

Ket, Foto :
-Foto dengan jubah hitam dan serban hitam ; sewaktu beliau masih menjabat sebagai ayatullah syiah.

-Foto dengan jubah putih dan ghutrah ; setelah beliau bertaubat dan kembali ke pangkuan Islam

Rabu, 07 Mei 2014

KISAH PENGUSAHA INGGRIS.

TEMPO.COLondon - Suara Pance Pondaag menyanyikan Demi Kau dan Si Buah Hati menemani Firdaus Ahmad menyetir Mercedes 120 CDI di jalanan London yang padat pada suatu siang akhir Februari lalu. Mobil jembar yang sanggup mengangkut sepuluh orang itu adalah kendaraan "dinas" laki-laki 54 tahun ini dari rumah ke restorannya.

Nusa Dua Restaurant berdiri di sudut Dean Street 11, Soho, di jantung ibu kota Inggris itu. Bangunan tiga lantai ini satu-satunya restoran Indonesia di kawasan belanja dan tempat nongkrong anak-anak muda itu. "Sejak Presiden Barack Obama datang ke Indonesia, menu favorit di sini nasi goreng," kata Daus.

Selain itu, ada banyak makanan khas Indonesia di daftar menu: ayam kremes, sayur asem, sambal terasi, tahu isi, soto ayam, tempe, dan kerupuk udang. Saya makan di sana ketika restoran masih tutup menjelang sore. Tapi, di depan pintu, pelanggan dari pelbagai ras yang akan makan malam sudah antre mengular.

Resto ini adalah buah kerja keras Daus selama 20 tahun. Ia tiba di London pada akhir 1981 dengan tiket pesawat yang dikirim saudaranya, sopir di Kedutaan Besar Indonesia di London. Daus nekat berangkat ke Inggris karena penghasilan sebagai kondektur angkutan kota Kampung Melayu-Bekasi tak menentu.

Mendarat di Bandar Udara Heathrow yang sibuk, lulusan SMA 1 Indramayu ini termangu dua jam. Ia tak tahu jalan keluar. Ia amati setiap penumpang. Asumsinya, orang yang kusut pasti baru mendarat setelah penerbangan yang jauh. Ia ikuti mereka menyeret koper. "Saat itu saya baru tahu arti 'exit' itu keluar," katanya, terbahak.

Daus lalu bekerja di restoran Indonesia sebagai pencuci piring. Tapi resto ini tak berumur lama. Pemiliknya ketahuan mengakali pajak. Pemerintah mengambil alih dan menjualnya. Pembelinya adalah tukang masak asal Malaysia. Resto itu kini jadi rumah makan Asia yang tukang masaknya adalah pemilik lama, bekas majikan Daus.

Seorang pengusaha Singapura kemudian mendirikan Nusa Dua Restaurant. Daus diajak bergabung dan naik pangkat jadi chef. Tapi perkongsian ini hanya bertahan tiga tahun. Pengusaha itu tak sanggup membayar cicilan modal. Royal Bank of Scotland (RBS) menyitanya. Daus kelimpungan tak punya pekerjaan.

Pada 1991 ia sudah menikahi Usya Suharjono, perempuan manis yang tengah kuliah kesekretariatan di London. Ayah Usya adalah wartawan radio BBC seksi Indonesia. Ia mengikuti orang tuanya ke London setelah lulus SMA 2 Jakarta Pusat pada 1983. Daus punya ide mengambil alih Nusa Dua.

Usya maju sebagai negosiator dengan bank karena ia fasih berbahasa Inggris. Daus hingga kini masih gagap. Kepada tiga anaknya, ia berbicara dalam bahasa Indonesia, tapi dijawab dalam bahasa Inggris. Usya membujuk bahwa resto itu merugikan RBS karena tak mendatangkan untung, sementara pajak tetap harus dibayar.

Daus meyakinkan mereka akan mengelola rumah makan dengan jaminan membayar cicilan 1.000 pound tiap bulan tepat waktu. ”Jika tahun pertama pembayaran tak jelas, bank silakan ambil alih lagi,” katanya. Deal. RBS ternyata setuju. 

Sejak itu, Daus yang pegang kendali. Ia belanja, ia memasak, ia pula yang melayani pembeli. Karena makanan racikannya enak, pelanggan lama kembali, dan pembeli baru berdatangan. Restorannya mulai untung dengan omzet 10 ribu pon (Rp 140 juta) setiap pekan. Dalam waktu enam tahun, utang 100 ribu pound lunas.

Tabungannya mulai kembung. Daus membeli sebuah rumah seluas 300 meter persegi seharga Rp 5,2 miliar di sudut jalan dekat sekolah anaknya. Rumah sembilan kamar itu kini disewakan kepada pelancong asal Indonesia dengan tarif 19,5 pound semalam. Meski tak ada papan nama, orang tahu rumah bata merah di sudut jalan kompleks elite Colindale itu ”Wisma Indonesia”.

Daus-Usya tinggal tak jauh dari situ. Tiga mobil nangkring di garasi. Semuanya Mercedes yang harga satu unitnya rata-rata Rp 1,4 miliar. Daus kerap bolak-balik London-Bekasi untuk menengok keluarga besarnya di Jatiasih. 

Setelah semua pencapaian ini, Daus hanya punya satu cita-cita: pulang kampung setelah anak-anaknya mandiri dan membuat taman pendidikan agama untuk anak-anak miskin.

SEMANGAT YANG PATUT DI TIRU


ini kisah inspiratif dari Klaten. Semangat ibu-ibu Klaten ini patut ditiru, mereka mengikuti ujian kesetaraan sambil gendong anak.

Konsentrasi salah satu peserta kejar Paket B, Darmi, tiba-tiba buyar. Ibu berusia 29 tahun yang mengerjakan ujian kesetaraan di salah satu ruang kelas SMP Muhammadiyah 1 Klaten ini kemudian berdiri.


Sambil mengerjakan ujian, dia mencoba untuk terus menenangkan buah hatinya yang masih berusia dua tahun, Sintia. Sesekali, warga Warga Desa Krakitan, Kecamatan Bayat ini mengajak anaknya bercanda.

Kondisi tersebut memang sempat membuat suasana ujian tidak kondusif, namun tidak sampai mengganggu peserta lainnya. Sebab, selain Darmi, juga ada dua ibu lain yang juga menggendong anaknya yang masih balita di barisan belakang.

Setelah anaknya tenang, ibu berjilbab ini kemudian berusaha untuk terus berkonsentrasi mengerjakan ujian. Usaha keras dan pantang menyerahnya itu akhirnya membuahkan hasil.

Selesaikan Ujian

Bahkan, wanita kelahiran 11 Desember 1985 ini bisa merampungkan ujian sebelum batas waktu yang ditentukan habis. Dia pun bisa beristirahat dan bercanda dengan anak kesayangannya.

Saat ditemui wartawan, Selasa(6/5/2014), Darmi mengaku mengajak anaknya saat ujian karena tidak ada yang merawat di rumah. Kondisi tersebut membuat dia sulit berkonsentrasi karena anaknya terus menangis. Oleh sebab itu, dirinya mengambil keputusan untuk mengajak anaknya.
Dia mengaku mengajak anak saat ujian cukup repot. Namun, jika tidak nekat, dia tidak akan lulus. “Memang cukup repot karena mengerjakan ujian sambil menggendong anak. Tetapi, jika tidak seperti itu, saya tidak akan lulus,” katanya.
Menurutnya, mengikuti ujian Paket B bukan sekadar mendapatkan ijazah. Melainkan, dia ingin memaksimalkan kesempatan belajar yang selama ini dia miliki. “Sebab, sebelumnya saya telah menyia-nyiakan kesempatan belajar. Setelah punya anak, saya berjuang keras agar bisa terus belajar,” paparnya.
Sementara, Kabid Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Klaten, Liestyowati, mengatakan ada 139 peserta kejar Paket B di Klaten. Dia mengapresiasi semangat ibu-ibu tersebut dalam mengerjakan ujian. “Mereka rela meluangkan waktu untuk belajar, meski harus menggendong anak tetap ikut ujian,” katanya kepada wartawan di lokasi, Senin (5/5).

CARA IBLIS MENGHUKUM ANAK BUAHNYA.

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

Iblis laknatullah benar-benar sungguh-sungguh dalam menggoda manusia agar tersesat dari jalan Allah SWT dan Rasul-Nya. Buktinya iblis juga menerapkan hukuman kepada para setan (pengikut iblis) apabila mereka gagal dalam menjalankan tugas untuk menjerumuskan manusia. Setan yang gagal tersebut akan diikat dan dibuang ke lautan.
Bagaimana kisahnya....




Berikut Kisahnya
Bersumber dari kitab Thanbihul Ghafilin diterangkan bahwa apabila tiba waktu shalat, maka iblis yang terlaknat akan menyuruh tentaranya yang terdiri dari setan-setan untuk mengganggu manusia. Setan itu ditugasi supaya menyibukkan manusia dengan urusan duniawi sehingga melalaikan kewajiban shalat lima waktu.

Pada saat waktu shalat tiba, setan-setan itu akan berusaha sekuat tenaga untuk mengganggu manusia agar lalai dalam menjalankan shalat. Kalau setan gagal ntuk melalaikan manusia dari ibadah shalat, maka setan akan mengganggu mereka-mereka dengan cara menyuruh supaya tidak menyempurnakan gerakan ruku dengan benar, tidak menyempurnakan sujud dengan benar, rasa was-was dalam hati dan begitu juga dengan bacaan-bacaan shalat.

Setan Diikat dan Dilempar
Namun begitu, ada juga setan yang gagal total (gatot) untuk menggoda shalatnya manusia. Nah, mereka yang gagal tersebut akan pulang dalam keadaan merugi lagi hina. Kerika setan itu kembali, mereka melaporkan kegagalan mereka kepada iblis.

Pada saat itulah iblis akan marah besar dan menghukum setan yang gagal tersebut.Setan yang gagal akan diikat dan dilemparkan ke dalam laut yang sangat dalam.

Itulah hukuman dari iblis untuk para anak buahnya.
Ketahuilah sahabatku, shalat adalah tiang agama ISLAM. Itu artinya kalau sahabat-sahabat pembaca adalah beragama Islam, maka wajib hukumnya menegakkan, menjalankan shalat lima waktu. Jangan sampai lalai terhadapnya. Shalat juga sebagai pembeda apakah kalian bberagama Islam atau tidak.

Lalu bagaimana atau hadiah apa yang diberikan iblis kalau para setan berhasil menggoda manusia?
Kita lanjutkan dalam postingan selanjutnya ya dalam beberapa hari ke depan.

Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

HADIAH IBLIS BAGI ANAK BUAHNYA YANG BERHASIL MENGGODA MANUSIA.

Assalamu'alaikum wr.wb.

Pada kisah sebelumnya telah diceritakan tentang Cara Iblis Menghukum Setan yang gagal dalam menggoda manusia. Selanjutnya sebagai kelanjutannya adalah apa saja hadiah buat para setang yang telah berhasil dengan sukses menggoda manusia.



Dalam Kitab Thanbihul Ghafilin dikisahkan bahwa apabila setan-setan itu sukses membuat manusia enggan melaksanakan shalat, maka setan itu akan menerima pujian dan dimuliakan di hadapan iblis.

Shalat adalah ibadah paling menentukan posisi seorang hamba di akhirat kelak. Jika shalatnya baik, maka baiklah nilai amal yang lain. Dan begitu juga dengan sebaliknya. Wajar jika iblis menugaskan tentara khususnya untuk menggarap tugas ini.

Ada setan spesialis yang mengganggu orang shalat, menempuh segala cara agar shalat seorang hamba kosong dari nilai atau minimal rendah kualitasnya. Stan itu bernama "Khanzab".

Utsman bin Affan pernah bertanya kepada Raulullah SAW,
"Wahai Rasulullah, setan telah mengganggu shalat dan bacaanku."
Rasulullah SAW bersabda,
"Itulah setan Khanzab, jika engkau merasakan kehadirannya, maka bacalah ta'awud kepada Allah dan meludah kecillah ke arah kri tiga kali."
(HR. Ahmad).

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Senin, 05 Mei 2014

STORY FROM THE WAR COUNTRY.

Perang di Suriah, entah kenapa, media di Indonesia khususnya seperti tak berminat untuk memblowupnya.
Kecamuk perang di Suriah dan banyaknya korban gugur, khususnya dari kalangan warga sipil Muslim, luput dari berita. Bahkan, ironisnya, umumnya media menyebut Mujahidin yang melawan rezim thaghut Bashar Asad sebagai “pemberontak”.
Padahal, seperti diceritakan relawan Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) yang terlibat dalam bantuan kemanusiaan dan medis di salah satu front di jabal Akrod, perang di Suriah sungguh luar biasa. Karena itulah, kenapa, misalnya, dengan kehendak Allah, bumi Syam (Suriah) dipilih sebagai tempat perang yang melibatkan banyak pihak.
Tim Ketiga Relawan HASI, setidaknya, merasakan keberkahan bumi Syam. Panggilan jihad benar-benar mereka saksikan di wilayah tempat mereka mengemban tugas.
Saat mereka bertugas di Jabal Akrod, banyak kisah dan pengakuan yang mereka dengar sendiri, betapa pertolongan Allah benar-benar turun di Bumi Jihad Suriah.
Koordinator Tim Ketiga HASI, Abu Yahya, menceritakan kisah seorang mantan tentara Bashar Asad yang membelot dan bertaubat lalu bergabung dengan Mujahidin
Saat diwawancara oleh Mujahidin Suriah dan relawan HASI, mantan tentara Asad itu, menjawab pertanyaan kenapa pasukan Asad yang berjumlah 1500 personel di Jabal Akhrod tidak berani melakukan serangan kepada Mujahidin Suriah yang hanya berjumlah 150 personel, padahal baik secara kekuatan (jumlah) maupun persenjataan, Mujahidin jauh kalah dibanding tentara Asad.
Mantan tentara Asad itu menjelaskan sembari terkejut dan heran lalu balik bertanya. “Siapa bilang jumlah kalian sedikit? Kami setiap malam melihat kalian dengan pakaian putih-putih bergerak dari satu lembah ke lembah lain sehingga kami berpikir jumlah kalian begitu banyak dan menjadi pertimbangan kami untuk tidak lebih dulu menyerang,” ungkapnya seperti diceritakan kembali oleh Abu Yahya dalam presentasi Laporan Tim ke-3 HASI kepada Forum Indonesia Peduli Suriah (FIPS).
Seperti diketahui, wilayah Jabal Akrod mempunyai sebuah tapal batas dengan tentara Asad yang jumlahnya ribuan. Tapal batas tersebut hanya dijaga oleh ratusan mujahidin. Begitu pentingnya tapal batas tersebut mempengaruhi situasi di Jabal Akrod, jika pasukan Asad mampu membobolnya.
“Namun, hingga kita pulang mereka tidak mampu membobol tapal batas, Allah menurunkan pertolongannya. Sebab, di sana dijaga oleh para Mujahidin yang sangat ikhlas mencari ridho Allah, sangat menjaga ke-Islamannya, sedikit bicara, menundukkan pandangan, dan menjauhi sikap ashobiyah (fanatisme kelompok),” papar Ustadz Oemar Mitha, penerjemah yang terlibat dalam bantuan kemanusiaan HASI.
Peristiwa-peritistiwa luar biasa seperti di atas pun tidak hanya terjadi satu kali. Pada kejadian yang lain, Mujahidin hendak melakukan perang dengan konvoi 50 truk yang berisi tentara Bashar Asad.
Hingga pada satu titik terjadilah baku tembak antara Mujahidin dengan tentara Asad. Mujahidin memang sudah bertekad untuk menghabisi dan memukul mundur tentara Bashar Asad.
Di luar dugaan, tiba-tiba saja muncul kejadian di luar perkiraan mereka. Helikopter dan pesawat tempur datang seperti hendak memerangi Mujahidin. Mujahidin yakin, ini bantuan dari pihak Bashar Asad untuk menghabisi mereka.
Ingat, hingga kini Mujahidin Suriah sama sekali tidak memiliki alat tempur seperti pesawat. Mereka bertempur hanya via jalur darat dengan persenjataan yang kalah canggih jika dibandingkan milik rezim Asad.
Mengukur jumlah personel dan persenjataan yang terbatas, komando Mujahidin menyerukan agar segera mengosongkan tempat pertempuran dan masuk ke gunung-gunung untuk mengatur strategi.
Anehnya, ketika Mujahidin sudah menarik diri, suara baku tembak masih saja terus terjadi. Berondongan dan desingan peluru seperti enggan berhenti walau tidak ada satu Mujahidin pun tersisa di lokasi pertempuran. Komandan Mujahidin sampai bertanya-tanya dalam hati, siapakah sebenarnya yang sedang berperang melawan tentara Bashar Asad?
Ia pun mengecek jumlah personel untuk memastikan kemungkinan ada Mujahidin tertinggal dan melakukan perlawanan terhadap tentara Asad. Namun hasil perhitungannya, seluruh Mujahidin sudah berada di gunung.
Hingga datang matahari terbit dan mereka yakin kondisi telah aman, barisan Mujahidin pun turun dari gunung-gunung. Dan, betapa terkejutnya mereka melihat sebagian tentara Asad telah tewas dengan luka menganga. Sebagian lainnya mengalami luka berat layaknya baru menghadapi pertempuran hebat.
Tentu kejadian ini menjadi seribu tanya bagi Abu Yahya, relawan HASI yang menghabiskan waktu selama satu bulan, 4 November-4 Desember 2012, di Desa Salma, Jabal Akhrod, Suriah. Ia mendapatkan kisah ini langsung dari Mujahidin.
Lantas siapa yang berada di dalam pesawat dan helikopter untuk melawan tentara Suriah?” tanya Abu Yahya yang diliputi rasa heran audiens yang hadir.
Banyak peristiwa-peristiwa lain yang belum sempat diceritakan relawan HASI secara lengkap mengingat keterbatasan waktu.
Namun, kisah-kisah tersebut sudah cukup mengukuhkan keyakinan perihal munculnya ayaturrahman fii jihadil-Syam (keajaiban perang di Bumi Syam).
“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabb-mu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut,” (QS Al-Anfal: 10).

Sabtu, 26 April 2014

KISAH PEMBOBOL MAYAT.

Kisah Taubat Seorang Pemuda Merogol Mayat Perempuan | Diriwayatkan bahawa pada zaman Rasulullah s.a.w, Umar Ibnu Khattab salah seorang sahabat terdekat Rasullulah s.a.w menangis di depan pintu salah seorang isteri Rasullulah, yang didalamnya ada Rasulullah s.a.w. Mendengar suara Umar Ibnu Khattab berada di luar, maka Rasulullah s.a.w segera keluar dan bertanya kepada Umar Ibnu Khattab, “Hai Umar kenapa engkau menangis?”

Kemudian Umar menjawab: “Wahai Rasulullah, bersamaku ada seorang pemuda yang telah membuat hatiku sedih dengan tangisnya.”

Lalu Rasulullah s.a.w memerintahkan Umar agar membawa masuk anak muda tersebut ke dalam. Atas perintah tersebut, Umar Ibnu Khattab lalu mengajak pemuda yang datang bersamanya sambil keduanya tetap menangis.

Pemuda itu disuruh duduk di depan Rasulullah s.a.w dan Umar Ibnu Khattab duduk di sebelahnya. Rasulullah s.a.w kemudian bertanya: “Hai pemuda, kenapa engkau menangis?”

Pemuda itu menjawab sambil tetap menangis: “Wahai Rasulullah, dosaku sangat besar dan aku takut Allah memurkaiku…”

“Apakah engkau telah menyekutukan Allah dengan sesuatu?” tanya baginda s.a.w.

“Tidak, ya Rasul,” sahut pemuda itu sambil tetap menangis.

“Apakah engkau telah membunuh seseorang dengan alasan yang tidak benar?” Rasulullah s.a.w kembali bertanya.

“Tidak ya Rasul,” sahut pemuda itu sambil terus menangis.

Lalu Rasulullah s.a.w bersabda: “Sungguh, dosamu sebesar apa pun, Allah akan mengampuninya, sekalipun memenuhi langit dan bumi.”

“Sungguh dosaku lebih besar dari itu, ya Rasul,” sahut pemuda itu.

“Apakah besar dosamu melebihi Arasy? Besar mana dengan Arasy?” tanya baginda s.a.w lagi.

“Dosaku sangat besar, ya Rasulullah.”

“Lalu besar mana dosamu dengan keagungan, ampunan, dan rahmat Allah?” tanya Rasulullah s.a.w.

“Tentu keagungan, ampunan, dan rahmat Allah lebih besar. Tetapi dosaku sangat besar, ya Rasulullah” jawabnya diantara esakan tangisan.

Kerana kurang mengerti maksud pengakuan dari pemuda itu, akhirnya Rasulullah s.a.w mendesaknya, “Cuba katakan dosa apa yang pernah kau perbuat?”

“Aku malu menyebutnya, ya Rasulullah…” kata si pemuda itu.

Kerana Rasulullah s.a.w terus mendesak pemuda itu untuk mengatakan dosanya secara jujur. Maka dengan perasaan malu dan takut, pemuda itupun menceritakan dosa yang dilakukannya.

“Wahai Rasulullah, aku ini seorang penggali kubur, sejak tujuh tahun lalu. Hingga meninggalnya puteri dari seorang sahabat Ansar. Melihat kecantikan dan kemontokan tubuhnya, nafsu berahiku memuncak. Setelah kuburan sepi, ku bongkar kuburnya dan ku telanjangi mayat gadis itu. Setelah ku cumbui, nafsu berahiku tak dapat ku tahan, lalu ku setubuhi. Ketika itu mayat gadis itu (diizinkan Allah) berkata, “Tidakkah kau malu kepada Allah, pada hari Allah menghukumi orang-orang berbuat zalim, sementara engkau menelanjangiku dan menyetubuhiku diantara orang-orang yang telah mati. Engkau membuatku dalam keadaan junub dihadapan Allah!”

Mendengar pengakuan dari si pemuda itu, Rasulullah s.a.w segera bangkit berdiri dan meninggalkannya, seraya berseru: “Hai pemuda fasik, pergilah! Jangan engkau dekati aku! Nerakalah tempatmu kelak!”

Pemuda itu pun segera keluar meninggalkan rumah Rasulullah s.a.w seraya menangis. Dia berjalan dengan arah tak menentu keluar kampung. Sampailah dia di padang pasir yang luas lagi panas. Tujuh hari lamanya ia tidak makan dan minum kerana penyesalan dan kesedihan yang sangat mendalam hingga lemahlah keadaan tubuhnya tak kuasa lagi berjalan, lalu kemudian jatuh tersungkur di tempat itu. Di atas pasir ia bersujud kepada Allah, lalu berdoa dan memohon ampunanNya dalam tangisnya.

“Ya Allah, aku adalah hambaMu yang telah berbuat dosa besar. Sekarang aku datang ke pintuMu, agar Engkau berkenan menjadi penolongku disisi kekasihMu. Sungguh Engkau Maha Pemurah kepada hamba-hambaMu dan tiada tersisa harapanku kecuali kepadaMu. Ya Allah Tuhanku, sudilah menerima kehadiranku, kalau tidak datangkanlah apiMu dari sisiMu, dan bakarlah tubuhku dengan apiMu di dunia ini, daripada Kau bakar tubuhku di akhirat nanti.”

Setelah itu Malaikat Jibril a.s datang kepada Rasulullah s.a.w. Usai menyampaikan salam dari Allah, Jibril a.s berkata: “Wahai Muhammad, Allah s.w.t bertanya kepadamu, “Apakah engkau yang menciptakan makhluk?”

“Bahkan Dialah yang menciptakan diriku dan mereka,” jawab Rasulullah s.a.w.

“Apakah engkau memberi rezeki kepada mereka?” tanya Jibril a.s.

Rasulullah s.a.w menjawab: “Bahkan Dia memberi rezeki padaku dan mereka.”

“Apakah engkau menerima taubat mereka?” tanya Jibril a.s untuk kali yang sekiannya.

“Bahkan Dia yang berhak menerima taubat dan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya” ujar Rasulullah s.a.w.

Jibril a.s lalu berkata, Allah berfirman kepadamu; “Telah datang kepadamu seorang hambaKu dan dia menerangkan satu dosa dari beberapa dosanya, maka kamu berpaling (marah) kepadanya daripada dosanya, maka bagaimana keadaan orang-orang mukmin kelak, apabila mereka datang dengan dosa yang banyak lagi besar ibarat gunung yang besar? Engkau adalah utusanKu yang Aku utus sebagai rahmat untuk seluruh alam. Maka jadilah kamu orang yang sayang menyayangi pada semua orang yang beriman, menjadi penolong bagi orang-orang yang telah berdosa dan memaafkan ketelanjuran dan kesalahan mereka (hambaKu); kerana sesungguhnya Aku telah mengampunkannya (menerima taubatnya) dan dosanya.”

Kemudian Rasulullah s.a.w. mengutus beberapa orang sahabat, maka mereka temui pemuda tersebut lalu memberikan khabar gembira kepadanya dengan maaf dan ampunanNya. Lalu mereka membawa pemuda tersebut berjumpa Rasulullah yang mana ketika itu beliau (Rasulullah) sedang menunaikan sembahyang Maghrib, dan merekapun bermakmum di belakangnya.

Ketika Rasulullah s.a.w. membaca surah Al Fatihah yang dilanjutkan dengan surah At-Takaatsur (Al Haakumuttakaatsur), sesampai baginda membaca ‘Hattaa Zurtumul Maqaabir’ (Kamu telah dilalaikan sehingga kamu masuk kubur), maka berteriaklah pemuda itu dengan keras sekali langsung jatuh. Ketika mereka selesai sembahyang, mereka dapati pemuda itu telah meninggal dunia. Mudah-mudahan Allah Taala membelas kasihan.

KISAH TAUBAT YANG SPESIAL.

Imam Muslim dalam Shahihnya , dan juga para penulis kitab sunnah telah meriwayatkan sebuah kisah taubat yang paling mengagumkan yang diketahui oleh manusia. Pada suatu hari Rasulullah
duduk di dalam masjid, sementara para sahabat beliau duduk mengitari beliau. Beliau mengajari, mendidik dan mensucikan (hati) mereka.
Majelis tersebut dipenuhi oleh sahabat besar Nabi .


Tiba-tiba datanglah seorang wanita berhijab masuk ke pintu masjid. Kemudian Rasul pun diam, dan diam pula para sahabat beliau .
Wanita tersebut menghadap dengan perlahan, dia berjalan dengan penuh gentar dan takut, dia lemparkan segenap penilaian dan pertimbangan manusia, dia lupakan aib dan keburukan, tidak takut kepada manusia, atau mata manusia dan apa yang akan dikatakan oleh manusia.


Hingga dia sampai kepada Rasulullah , kemudian dia berdiri di hadapan beliau, dan mengabarkan kepada beliau bahwa dia telah berzina!!

Dia berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah melakukan (maksiat yang mewajibkan adanya) hukuman had (atasku), maka sucikanlah aku!”

Apa yang diperbuat oleh Rasulullah ?!
Apakah beliau meminta persaksian dari para sahabat atas wanita tersebut?
Tidak, bahkan memerahlah wajah beliau hingga hampir-hampir meneteskan darah. Kemudian beliau mengarahkan wajah beliau ke arah kanan, dan diam, seakan-akan beliau tidak mendengar sesuatu. Rasulullah berusaha agar wanita ini mencabut perkataannya, akan tetapi wanita tersebut adalah wanita yang istimewa, wanita yang shalihah, wanita yang keimanannya telah menancap di dalam hatinya. Maka Nabi bersabda kepadanya: “Pergilah, hingga engkau melahirkannya.”

Berlalulah bulan demi bulan, dia mengandung putranya selama 9 bulan, kemudian dia melahirkannya. Maka pada hari pertama nifasnya, diapun datang dengan membawa anaknya yang telah diselimuti kain dan berkata: “Wahai Rasulullah, sucikanlah aku dari dosa zina, inilah dia, aku telah melahirkannya, maka sucikanlah aku wahai Rasulullah!”

Maka Nabipun melihat kepada anak wanita tersebut, sementara hati beliau tercabik-cabik karena merasakan sakit dan sedih, dikarenakan beliau menghidupkan kasih sayang terhadap orang yang berbuat maksiat.

Siapa yang akan menyusui bayi tersebut jika ibunya mati? Siapakah yang akan mengurusi keperluannya jika had (hukuman) ditegakkan atas ibunya?
Maka Nabi bersabda: “Pulanglah, susuilah dia, maka jika engkau telah menyapihnya, kembalilah kepadaku.”

Maka wanita itupun pergi ke rumah keluarganya, dia susui anaknya, dan tidaklah bertambah keimanannya di dalam hatinya kecuali keteguhan, seperti teguhnya gunung. Tahunpun bergulir berganti tahun. Kemudian wanita itu datang dengan membawa anaknya yang sedang memegang roti. Dia
berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah menyapihnya, maka sucikanlah aku!”


Dia dan keadaannya sungguh sangat menakjubkan! Iman yang bagaimanakah yang membuatnya berbuat demikian. Tiga tahun lebih atau kurang, yang demikian tidaklah menambahnya kecuali kekuatan iman.

Nabi mengambil anaknya, seakan-akan beliau membelah hati wanita tersebut dari antara kedua lambungnya. Akan tetapi ini adalah perintah Allah, keadilan langit, kebenaran yang dengannya kehidupan akan tegak.

Nabi bersabda: “Siapa yang mengkafil (mengurusi) anak ini, maka dia adalah temanku di sorga seperti ini…” Kemudian beliau memerintahkan agar wanita tersebut dirajam.

Dalam sebuah riwayat bahwa Nabi memerintahkan agar wanita itu dirajam, kemudian beliau menshalatinya. Maka berkatalah Umar : “Anda menshalatinya wahai Nabi Allah, sungguh dia telah berzina.” Maka beliau bersabda:

“Sungguh dia telah bertaubat dengan satu taubat, seandainya taubatnya itu dibagikan kepada 70 orang dari penduduk Madinah, maka taubat itu akan mencukupinya. Apakah engkau mendapati sebuah taubat yang lebih utama dari pengorbanan dirinya untuk Allah ?” (HR. Ahmad)

Sesungguhnya ini adalah rasa takut kepada Allah. Sesungguhnya itu adalah perasaan takut yang terus menerus berada pada diri wanita mukminah tersebut saat dia terjerumus ke dalam jerat-jerat syetan, dia menjawab jerat-jerat tersebut pada saat lemah. Ya, dia telah berbuat dosa, akan tetapi dia
berdiri dari dosanya dengan hati yang dipenuhi oleh iman, dan jiwa yang digerakkan oleh panasnya maksiat. Ya, dia telah berdosa, akan tetapi telah berdiri pada hatinya tempat pengagungan terhadap Dzat yang dia bermaksiat kepada-Nya. Sesungguhnya ini adalah taubat sejati wahai hamba-hamba Allah.

Ya, ini taubat nashuha wahai hamba-hamba Allah.

Senin, 14 April 2014

KISAH RELAWAN PEMBURU MAYAT TSUNAMI

Kisah Para Pemburu Mayat Korban Tsunami
Mayat-mayat itu seperti tak ada habisnya. Setelah 45 hari pascabencana tsunami, sedikitnya sudah 112.000 mayat yang sudah ditemukan dan dikuburkan. Namun proses pencarian mayat masih berlanjut. Diperkirakan mayat yang berada dibawah reruntuhan gedung, rumah maupun terendam di rawa-rawa dan belum terevakuasi, jumlahnya masih banyak.

Harus diakui, proses evakuasi mayat merupakan pekerjaan yang cukup berat. Selain jumlahnya demikian banyak, medan yang harus dilalui para relawan juga sangat berat. Bisa dikatakan tingkat kesulitan yang dihadapi relawan mengevakuasi mayat tak ada bedanya antara hari pertama pascabencana dengan hari ke-45. Serba sulit dan penuh risiko.

Sebagian besar mayat-mayat berada di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk total. Akibatnya para pemburu mayat mesti mengangkat satu per satu puing-puing yang menutup mayat. Kecuali kalau ada alat berat, pekerjaan evakuasi bisa lebih mudah. Namun, karena jumlah alat berat sangat terbatas, para relawan pun tak terlalu banyak berharap dari alat tersebut. Mereka bekerja secara manual, dengan tangan-tangan mereka.

Satu hal yang patut diberi penghargaan, para relawan seperti tak kenal lelah mengevakuasi mayat. Setiap hari mereka mencari, mengais-ngais di antara reruntuhan untuk kemudian mengangkat dan menguburkan mayat-mayat tersebut di tempat yang sudah disediakan. Mereka tak dibayar. Bahkan sebagian besar mereka datang ke Aceh dengan ongkos sendiri dan setiap hari makan dengan uang sendiri.

Diantara kelompok pemburu mayat yang paling menonjol selain Satkorlak Nasional adalah Front Pembela Islam (FPI). Sejak bencana terjadi, FPI telah menurunkan lebih dari 1.300 anggotanya. Saat ini secara bergiliran mereka masih bertugas mencari mayat. Rata-rata setiap hari ada 600 anggota FPI bertugas untuk mencari mayat, tersebar di berbagai daerah bencana di Aceh. Setiap harinya mereka masih bisa menemukan 100 hingga 300 mayat.

Sekjen FPI, Husni Harahap mengemukakan bahwa FPI akan terus mencari mayat di Aceh. Menurutnya mencari mayat lalu menguburnya adalah fardhu kifayah. “Alasan kita terus mencari mayat karena menyelesaikan jenazah hukumnya fardhu kifayah. Kita yakin orang yang mati tenggelam adalah syahid. Kita tidak mau membiarkan orang mati syahid dibiarkan begitu saja. Di Aceh ini masih banyak mayat dengan kondisi rusak bahkan ada yang dimakan anjing. Itu tidak bisa kita biarkan, maka FPI terus berusaha mencari mayat-mayat disini.” jelas Husni.

Hal lainnya, kata Husni, yang menjadi pertimbangan FPI terus mencari mayat adalah jika mayat-mayat berserakan tidak segera di evakuasi, dikhawatirkan akan memnculkan virus yang membahayakan orang yang masih hidup.
Heru, santri yang juga salah seorang relawan pemburu mayat anggota FPI asal Jakarta mempunyai pengalaman yang membuatnya susah untuk dilupakan. Saat mencari mayat memasuki minggu ketiga di daerah Lampeuk, Kec. Lhoknga, Kab. Aceh Besar, bersama rekan lainnya, mereka mengangkat mayat-mayat yang masih berserakan. Namun ketika itu ia menemukan satu mayat yang ternyata masih utuh.

Padahal memasuki minggu ketiga mayat-mayat umumnya sudah rusak. Hal lain yang membuatnya benar-benar terkejut, mayat laki-laki yang diperkirakan masih berusia muda itu menebarkan aroma harum. “Saat mengangkat mayat itu, kita semua tertegun. Biasanya, mayat-mayat yang lain saat diangkat baunya menusuk hidung. Tapi mayat yang satu ini malah harum. Saya yakin Allah telah menjaga jenazah itu.” kenang Heru.

Relawan lain, Agus, mengaku punya pengalaman yang aneh selama mencari mayat. Suatu hari ia menemukan mayat bertubuh besar. Logisnya mayat itu berat. Namun aneh, justru saat diangkat terasa ringan. Ia sempat berpandangan dengan rekan lain saat mengangkat mayat itu. Mereka juga mengaku mayat itu ringan sekali. “Apakah mungkin tertolong oleh amalannya yang banyak, sehingga mayatnya ringan,” katanya.

Muhammad Iqbal relawan yang tergabung dalam Tim SAR Nasional juga membeberkan pengalamnnya. Dia yang juga pegawai Dinas Perhubungan Pemprov Aceh ini, mengaku ada dua kejadian yang baginya sulit dilupakan. Pertama, saat mencari mayat di daerah Lhoknga, Aceh Besar. Saat memasuki hari ketiga bencana, ia mulai turun mencari mayat. Ia menemukan mayat ibu sedang memeluk anaknya, tertimbun pohon besar. Rambut anaknya tergulung kawat sedangkan kaki ibunya tergencet pohon.

Karena sulit, diputuskanlah kaki ibu itu dipotong. Sedangkan untuk mengevakuasi anaknya, dipotong pula rambutnya yang terbelit kawat. Setelah itu, mayat ibu dan anak itu dimasukkan ke dalam kantong mayat, berikut potongan kaki dan rambut anaknya. Mereka dimasukkan ke dalam satu kantong mayat. Kantong mayat itu pun dimasukkan ke dalam truk untuk dikirim ke tempat pemakaman massal. Sebelum di makamkan, semua mayat biasanya di foto terlebih dahulu.

Yang membuat Muhammad Iqbal terperanjat, ketika kantong mayat berisi ibu dan anak itu dibuka, posisi kedua mayat itu kembali seperti posisi pertama ditemukan oleh Tim SAR. Mereka berpelukan, seperti saat ditemukan. Lalu bagian kaki sang ibu yang dipotong, seperti terpasang lagi, alias menyambung. “kita semua benar-benar terperanjat. Tapi itulah Keagungan dari Yang Maha Kuasa,” katanya yang juga harus kehilangan banyak keluarganya akibat bencana tsunami.

Pengalaman kedua, saat memasuki hari ke 27 pencarian mayat. Timnya masuk ke daerah Leupung Aceh Besar. Saat itu ia mencari mayat di antara reruntuhan bangunan. Di daerah itu yang diperkirakan 12.000 orang meninggal karena tsunami, ia menemukan sosok mayat seorang ustadz. Kepastian bahwa ia seorang ustadz diperoleh dari keterangan warga setempat yang selamat. Yang membuatnya takjub, ternyata mayat ustadz itu masih utuh. Padahal mayat itu sudah hampir sebulan tergeletak.

Para relawan pencari mayat mamng patut diberi penghargaan. Tanpa bantuan mereka sulit rasanya Aceh bisa seperti sekarang.

ABDULLAH BIN SALAM

BUKU Sirah Nabawiyyah juga ada menceritakan sikap Yahudi yang tidak mungkin akan menerima perubahan sekalipun ada kalangan daripada mereka yang berpengaruh besar akhirnya memeluk Islam.

Ini apabila kita mengikuti kisah Abdullah bin Salam sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al Bukhari. Abdullah adalah seorang pendeta Yahudi yang paling alim dan berpengaruh besar di kalangan penduduk Yahudi di Yathrib.

Apa yang beliau lakukan dan apa sahaja yang keluar daripada mulutnya akan diikuti dan didengar oleh para pengikut Yahudi yang lain.

Apabila Abdullah sendiri mendengar mengenai kehadiran Nabi Muhammad SAW ke Yathrib di kampung Bani An Najjar di Madinah, beliau tergesa-gesa hendak menemui baginda.


Apabila Abdullah dapat bertemu dengan Nabi Muhammad, beliau pun mengajukan pelbagai persoalan mengenai soal kenabian sebagaimana yang Abdullah ketahui sebagai pendita Yahudi.

Ini kerana tidak semua orang mengetahui perkara tersebut kecuali golongan yang tertentu sahaja.

Lalu dijawab oleh baginda akan segala persoalan yang dikemukakan oleh Abdullah sehingga si Yahudi ini begitu berpuas hati kerana ia menepati sebagaimana yang beliau ketahui selama ini dan dapat menyaksikan sendiri tanda yang terdapat pada tubuh baginda yang disebut sebagai khatamun nubuwwah, pengakhir zaman kenabian.

Tanpa banyak bicara, Abdullah pun memeluk Islam tanpa sebarang ragu-ragu lagi di hadapan baginda kerana beliau meyakini bahawa bagindalah nabi akhir zaman yang disebut-sebutkan dalam kitab Taurat.

Selepas mengucapkan dua kalimah syahadah di hadapan baginda, Abdullah pun berkata: "Sesungguhnya kaum Yahudi adalah kaum yang suka mengada-adakan cerita. Kalaulah mereka tahu keislamanku sebelum kamu tanyakan mereka sudah tentu mereka kan menuduh yang bukan-bukan mengenai diriku kepada kamu."

Lalu baginda pun mengutuskan wakil untuk menjemput kalangan para pemimpin dan pengikut kaum Yahudi supaya hadir menemui baginda.

Apabila mereka hadir dan berkumpul di hadapan baginda Rasulullah, pemimpin mereka Abdullah Salam pun masuk ke belakang, menyembunyikan diri.

Baginda pun menyampai seruan dakwah terhadap kaum Yahudi di hadapan baginda itu dengan meminta mereka mengakui keesaan Allah dan diri baginda sebagai pesuruh-NYA.

Namun usaha baginda itu, tidak mendapat sambutan sehinggalah baginda kemudiannya bertanya kepada mereka; "Baiklah kamu tidak dapat menerima seruan dakwah saya, tetapi siapakah lelaki di kalangan kamu yang bernama Abdullah bin Salam?"

Mereka pun menjawab; "Dia adalah pemimpin kami yang paling kami hormati, kerana dialah yang paling alim dan paling kuat beramal di kalangan kami. Dia juga yang terbaik."

Dengan lain perkataan Abdullah Salam sering dipandang tinggi dan mulia di kalangan para pengikutnya dan pastinya apa pun perubahan yang berlaku pada Abdullah pasti akan diterima dengan baik.

Lalu baginda berkata lagi; "Apa pandangan kamu jika aku katakan bahawa pemimpin kamu itu, Abdullah bin Salam telah memeluk Islam?"

Lalu mereka menjawab berulang kali sambil bersorak: "Kami berlindung kepada Allah dari yang demikian!" Kami berlindung kepada Allah dari yang demikian! Kami berlindung kepada Allah dari yang demikian!"
Mendengarkan itu, lalu Abdullah pun keluar daripada persembunyiannya lalu berkata di hadapan para pengikutnya itu: "Aku bersaksikan bahawa tiada tuhan selain Allah dan aku juga bersaksikan bahawa Muhammad ini adalah pesuruh Allah!"

Lantas mereka pun menjawab dengan nada yang sungguh marah dan tidak puas hati: "Oh tidak! Abdullah adalah orang yang paling jahat di kalangan kami dan dia juga sebenarnya adalah anak orang yang paling jahat!"

Mereka pun terus menuduh yang bukan-bukan terhadap Abdullah namun Abdullah berkata: "Hai sekalian kaum Yahudi, bertakwalah kamu terhadap Allah. Demi Allah yang tiada tuhan selain-Nya dan kamu benar-benar tahu bahawa Muhammad ini adalah Rasulullah yang datangnya untuk membawa kebenaran kepada kita semua,"
Lalu mereka pun menjawab: "Kamu pembohong besar!"

Terbukti tidak sampai beberapa minit mereka terus berubah apabila berhadapan dengan perkara yang mengancam kepentingan mereka. Pemimpin yang mereka sanjung selama ini pun terus tidak lagi mendapat tempat di hati mereka apabila sudah tidak sealiran lagi, apatah lagi terus memeluk Islam.

Sumber

Jumat, 11 April 2014

SEBAB-SEBAB TERKENA SIHIR ATAU 'AIN.

Sebab Terkena Sihir atau AinSyaikh Ibnu Jibrin Pertanyaan:
Apakah sebab-sebab terkena sihir, ‘ain dan al-Mas (gangguan setan)?

Jawaban:

Ketahuilah bahwa aktifitas sihir itu diharamkan dan kafir kepada Allah سبحانه و تعالى. Karena tukang sihir meminta bantuan kepada setan dan mendekatkan diri kepada jin sehingga mereka membantu untuk menimpakan sihir. Di antaranya memisahkan dan menghubungkan (suami dengan isterinya atau selainnya). Tukang sihir apabila ingin menimpakan bahaya kepada seseorang, baik laki-laki maupun perempuan, maka ia memanggil setan-setannya atau jin-jin yang mentaatinya lalu menyembelihkan untuk mereka atau khadam mereka dan meminta kepada mereka supaya meng-ganggu si fulan atau fulanah, lalu terwujudlah gangguan itu, dengan seizin Allah.

Untuk menyembuhkan hal itu atau membentengi diri darinya ialah dengan berdzikir kepada Allah, beribadah kepadaNya, mentaatiNya, menjauhi kemaksiatan dan ahli kemaksiatan, memperbanyak membaca al-Qur'an dan merenungkannya, serta membaca wirid-wirid, doa-doa dan dzikir. Bersama itulah Allah akan memelihara hambaNya dari tertimpa al-Mass (gangguan setan) dan sihir.

Adapun ‘ain ialah kadang sebagian orang diketahui mempunyai kedengkian kepada orang lain. Ketika ia melihat dari mereka sesuatu yang membuatnya dengki, maka ia menghadapkan hatinya kepada mereka dan mencoba berbicara dengan ucapan permusuhan, lalu ia mengarahkan pandangannya kepada siapa yang dipandangnya dengan panah beracun yang mempengaruhi orang yang dipandangnya tersebut dengan seizin Allah.
Cara mengatasi hal itu ialah dengan berusaha menjauhi mereka yang dikenal dengan kedengkiannya, tidak menampakkan perhiasan di hadapan mereka, menasehati mereka supaya tidak membahayakan orang lain dengan tanpa hak, meminta mereka supaya berbuat baik kepada setiap muslim dan mengucapkan ma sya Allah la quwwata illa billah, dan sejenisnya.

Rujukan:
Fatwa Syaikh Abdullah bin Jibrin yang ditandatanganinya.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq

http://play.google.com/store/apps/details?id=com.muslimmedia.fatwa

ABU THALHAH

Abu Thalhah berniat melamar Ummu Sulaim sebagai istrinya, ia pun pergi ke rumah wanita Muslimah baik-baik yang telah menjanda itu. Sesampai di rumah Ummu Sulaim, Abu Thalhah diterima dengan baik. Putra Ummu Sulaim, Anas, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Abu Thalhah menyampaikan maksud kedatangannya, yaitu hendak melamar Ummu Sulaim. 

Namun Ummu Sulaim menolak lamaran Abu Thalhah. "Sesungguhnya pria seperti anda, hai Abu Thalhah, tidak pantas saya tolak lamarannya. Tetapi saya tidak akan kawin dengan anda, karena anda kafir," ujarnya.

"Demi Allah, apakah yang menghalangimu untuk menerima lamaranku, hai Ummu Sulaim?" tanya Abu Thalhah.

Ummu Sulaim menjawab, "Saksikanlah, hai Abu Thalhah. Aku bersaksi kepada Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya jika kau masuk agama Islam, aku rela menjadi suamimu tanpa emas dan perak. Cukuplah Islam itu menjadi mahar bagiku."

"Siapa yang harus mengislamkanku?" tanya Abu Thalhah.

"Aku bisa."

"Bagaimana caranya?"

"Tidak sulit," kata Ummu Sulaim. "Ucapkan saja dua kalimah syahadat. Tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad Rasulullah. Setelah itu, kau harus pulang ke rumahmu dan menghancurkan berhala sembahanmu lalu kau buang!"

Abu Thalhah tampak gembira. Ia kemudian mengucapkan dua kalimah syahadat. Setelah itu ia menikahi Ummu Sulaim dengan mahar, agama Islam.

Mendengar berita ini, kaum Muslimin berkata, "Belum pernah kami dengar mahar kawin yang lebih mahal daripada mahar Ummu Sulaim. Maharnya masuk Islam."

Sejak hari itu, Abu Thalhah berada di bawah naungan Islam. Segala daya dan upayanya ia korbankan untuk berkhidmat kepada Islam.

Abu Thalhah dan istrinya, Ummu Sulaim, termasuk "Kelompok 70" yang bersumpah setia (baiat) kepada Rasulullah di Aqabah. Ia ditunjuk oleh Rasulullah menjadi kepala salah satu regu dari 12 regu yang dibentuk malam itu untuk mengislamkan Yatsrib.

Dia ikut berperang bersama Rasulullah dalam tiap peperangan yang beliau pimpin. Ia mencintai Rasulullah sepenuh hati dan segenap jiwa. Apabila Rasulullah berdua saja dengannya, dia bersimpuh di hadapan beliau sambil berkata, "Inilah diriku, kujadikan tebusan bagi diri anda, dan wajahku menjadi pengganti wajah anda."

Ketika terjadi Perang Uhud, barisan kaum Muslimin terpecah-belah dan lari tunggang-langgang. Oleh sebab itu, pasukan musyrikin sempat menerobos pertahanan mereka sampai ke dekat Rasulullah. Musuh berhasil mencederai beliau, mematahkan gigi, dan melukai bibirnya. Sehingga darah mengalir membahasi wajah Nabi. Lalu kaum musyrikin menyebarkan isu bahwa Rasulullah telah wafat.

Mendengar teriakan kaum musyrikin itu, kaum Muslimin menjadi kecut, lalu lari porak-poranda meninggalkan Rasulullah. Hanya segelintir orang yang saja yang bertahan, mengawal dan melindungi beliau. Di antara mereka adalah Abu Thalhah yang berdiri paling depan.

Abu Thalhah juga sosok Muslim yang pemurah, ia kerap mengorbankan harta bendanya untuk agama Allah. Ia juga sering berpuasa dan berperang sepanjang hidupnya. Bahkan ia meninggal ketika sedang berpuasa dan berperang fi sabilillah. Kurang lebih 30 tahun setelah Rasulullah SAW wafat, dia senantiasa berpuasa, kecuali di hari raya. Umurnya mencapai usia lanjut, namun ketuaan tidak menghalanginya untuk berjihad di jalan Allah.

Pada masa Khalifah Utsman, kaum Muslimin bertekad hendak berperang di lautan. Abu Thalhah pun bersiap-siap hendak turut berjihad dengan kaum Muslimin. Anak-anaknya protes. "Wahai ayah, engkau sudah tua, engkau sudah ikut berperang bersama-sama dengan Rasulullah, bersama Abu Bakar dan Umar bin Al-Khathab. Kini ayah harus beristirahat, biarlah kami yang berperang untuk ayah," kata mereka.

Abu Thalhah menjawab, "Bukankah Allah telah berfirman: "Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui." (QS At-Taubah: 41). Firman Allah itu memerintahkan kita semua, baik tua maupun muda. Allah tidak membatasi usia kita untuk berperang."

Ia pun ikut berperang. Ketika Abu Thalhah yang sudah lanjut usia itu berada di atas kapal di tengah lautan bersama tentara Muslimin, ia jatuh sakit lalu meninggal dunia. Kaum Muslimin melihat-lihat daratan, mencari tempat pemakaman jenazah Abu Thalhah. Namun setelah enam hari berlayar, barulah mereka menemukan daratan. Selama itu jenazah Abu Thalhah disemayamkan di tengah-tengah mereka di atas kapal, tanpa berubah sedikit pun. Bahkan ia seperti orang yang sedang tidur nyenyak

Selasa, 08 April 2014

KEGIGIHAN IMAM AHMAD.

Nama asli beliau Ahmad bin Muhammad bin Hambal. Panggilan akrab ulama yang lahir di Baghdad 164 Hijriyah ini adalah Abu Abdillah. Nama itu merupakan sandingan dengan nama salah seorang putera beliau yang bernama Abdullah.

Sejak belia Ahmad bin Hambal telah hidup yatim. Di usia tiga puluh tahun, ayahnya yang seorang walikota meninggal dunia. Sejak saat itu, kehidupan keluarga Ahmad kecil ini dalam keadaan yang sangat sederhana.

Ibu Ahmad bin Hambal sangat bersikeras anaknya kelak menjadi orang yang berilmu. Ia sengaja melahirkan dan membesarkan anaknya di Baghdad, bukan kota di mana suaminya pernah menjadi pejabat nomor satu, hanya untuk mengkondisikan puteranya menjadi dekat dengan para ulama dan jauh dari kehidupan glamour seperti umumnya anak-anak pejabat.

Kegigihan dan keseriusan Ahmad bin Hambal muda memang luar biasa dalam menuntut ilmu. Kerap kali, Ibu Ahmad bin Hambal menyampaikan usul agar anaknya bisa berangkat mencari ilmu setelah adzan Subuh. Tapi, Ahmad muda tetap menunjukkan keseriusan itu. Sebelum adzan Subuh, Ahmad bin Hambal sudah keluar rumah untuk mendatangi para ulama.

Beberapa kota yang ia datangi untuk menemui para ulama yang ia jadikan sebagai guru, di antaranya, Kufah, Hijaz, Makkah, Madinah, Yaman, Syam, Tsaghur, Maroko, Al-Jazair, Al-Faratin, Persia, dan Khurasan.

Suatu kali, pernah Ahmad bin Hambal ingin belajar dari seorang ulama di Shan’a yang bernama Abdurrazaq. Sebelum ia berangkat ke Shan’a, sebuah daerah di Yaman yang menempuh sekitar satu bulan perjalanan dari Baghdad, ia bertemu sang guru itu di Mekah dalam ibadah haji.

Seorang teman beliau mengusulkan agar belajarnya di Mekah saja dan tak perlu lagi ke rumah beliau yang begitu jauh. Tapi, tetap saja, Ahmad bin Hambal berangkat ke rumah gurunya itu untuk mendapatkan ilmu.

Dalam sebuah perjalanan menuntut ilmu, ketika berada di sebuah rumah tempat ia menginap, semua perbekalan Ahmad bin Hambal dicuri orang. Si pemilik rumah menceritakan itu ke Ahmad bin Hambal.Tapi, Ahmad tidak menanyakan soal perbekalannya. Ia hanya bertanya, apakah buku catatannya masih ada.

Di rumah Abdurrazaq, Ahmad bin Hambal sudah kehabisan perbekalan. Abdurrazaq menghadiahkan uang dirham yang cukup untuk perbekalan ke tempat lain yang akan dituju Ahmad. Tapi, ia menolak. Ketika Abdurrazaq mengatakan bahwa uang itu sebagai pinjaman, Ahmad pun tetap menolak. Keesokannya, Abdurrazaq mendapati Ahmad bin Hambal mencari perbekalan dengan berkerja.

Imam Syafi’i yang hidup sezaman dengan Imam Ahmad bin Hambal sangat mengagumi sosok ulama ini. Ia mengatakan, aku belum pernah menemukan seorang pemuda seperti Ahmad bin Hambal yang begitu alim dan tsiqah.

Tidak kurang dari satu juta hadits telah dihafal Ahmad bin Hambal. Ia mendirikan sebuah sekolah yang bernama Al-Hanabilah. Setiap kali ada taklim, tidak kurang dari lima ribu orang hadir untuk menyimak apa yang disampaikan Imam Ahmad bin Hambal.

Selain soal keilmuan, orang mengenal Ahmad bin Hambal karena kezuhudannya yang luar biasa. Rumahnya sangat sederhana, walaupun begitu banyak orang yang ingin membantunya untuk memugar rumah yang dianggap sudah tidak lagi layak huni itu.

Seorang pejabat yang begitu menghormati beliau pernah menghadiahkan uang sebesar 3000 dinar atau senilai 4,2 milyar rupiah. Uang itu dimaksudkan sebagai bantuan untuk memugar rumah dan biaya kebutuhan sehari-hari untuk keluarga Ahmad bin Hambal.

Tapi, Imam Ahmad bin Hambal menolak. Ia mengatakan bahwa keluarga sudah sangat berkecukupan. Begitu pun ketika Khalifah Al-Mutawakkil memberinya uang bulanan sebesar 4000 dirham atau senilai 160 juta rupiah untuk mencukupi kebutuhan Imam Ahmad dan keluarga. Uang itu ia tolak.

Imam Ahmad bin Hambal mengatakan, ”Wahai paman, berapa tahun lagi sisa umur kita? Kenapa kau lakukan ini? Sesungguhnya, anak-anak kami hanya makan bersama kami dalam masa yang sangat sebentar. Seandainya Allah membukakan tirai penglihatan manusia, maka ia akan tahu, mana yang baik dan mana yang buruk. Mereka akan bersabar sebentar untuk mendapatkan balasan pahala yang panjang. Sesungguhnya, semua ini adalah fitnah.”

Ketika Ahmad bin Hambal menghadiri sebuah taklim, beberapa muridnya telah menyiapkan karpet dan bantal untuk beliau duduk. Imam Ahmad bertanya, ”Kenapa kalian perlakukan aku seperti ini? Singkirkan karpet dan bantal ini.” Dan, beliau merasa lebih nyaman duduk di atas tanah seperti hadirin yang lain.

Imam Ahmad bin Hambal pernah tidak mau masuk rumahnya. Hal itu setelah ia tahu kalau anaknya yang bernama Abdullah menerima bantuan dari pemerintah untuk memugar rumah beliau. Begitu pun ketika beliau sakit. Ulama penulis kitab Al-Musnad ini tidak mau mencicipi bubur dari anaknya yang bernama Shaleh, setelah ia tahu kalau anaknya menerima uang bantuan dari pemerintah.

Allah swt. menguji ulama yang luar biasa ini dengan empat rezim. Mereka adalah Al-Makmun bin Harun Ar-Rasyid, Al-Mu’tashim bin Al-Makmun, Al-Watsiq, dan Al-Mutawakkil. (bersambung)